Perspektif Al-Qur’an Mengenai Alam

 

Oleh

 

Agung Trisetyarso

 

 

Tidak diragukan lagi, bahwa bertafakkur atau memikirkan alam untuk mengenal Sang Pencipta, Allah s.w.t, adalah kegiatan yang sangat penting dalam kacamata Al-Qur’an. Bahkan kegiatan meneliti alam harus dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang (surat Al-Mulk : 3 dan 4) dengan tujuan agar dapat memiliki rasa khusyu’ terhadap Allah s.w.t (Al-Faathir : 28. Sebagai tambahan, ayat selanjutnya, Al-Faathir : 29, menunjukkan bahwa beribadah dan menuntut ilmu adalah investasi dan Allah s.w.t akan memberikan balasan tidak terduga-duga) dan juga melihat Wajh Allah di alam ini (Al-Baqarah : 115. Tujuan kajian ini mungkin belum sampai pada melihat Wajh Allah di alam, tetapi sebatas pada melihat pola matematika di alam.) . Allah s.w.t menyatakan bahwa mereka yang memikirkan kejadian alam dan juga berzikir sebagai kaum yang Ulil Albab dan berakal (cerdik-cendikia, lihat surat Ali-Imran:190-191 atau surat Al-Baqarah : 164). Pandangan seseorang terhadap alam juga dapat menentukan apakah seseorang tersebut beriman, munafik atau kafir (lihat surat Al-Baqarah : 26). Kelalaian seseorang atau jin terhadap alam, yaitu ketika mereka tidak dapat mengoptimalkan indera mereka, juga dapat menyebabkan mereka terjerumus ke neraka Jahannam (lihat surat Al-‘Araf : 179). Oleh sebab itu mereka yang berilmu akan diangkat oleh Allah s.w.t (surat Al-Mujaadilah : 11) dan dengan ilmunya tersebut manusia dapat menciptakan teknologi yang sangat canggih, bahkan dapat mengalahkan jin (surat Al-Naml : 38-40. Perlu dicatat bahwa ayat ini akan berhubungan dengan teknologi teleportasi.)

 

(To be Continued ......)

"Back to My Homepage"